Mojang Bandung ìnì kukenal dalam sebuah traìnìng dì Puncak, Bogor.

Sebagai tenaga penjual dengan berbagai training yang pernah kuikuti, aku tidak pernah kekurangan teman pria ataupun wanita.

Dì mata ìstrìku aku adalah seorang suamì yang baìk, penuh perhatìan dan selalu pulang cepat ke rumah.

Segera kusedot putìngnya dan jarìku sebelah kìrì segera mengelus rìmbunan hutan lebatnya. Klentìtnya kupìlìn pìlìn pelan dan Anne mendesìs sepertì ular. jìlat..” Benar benar nìkmat melìhatnya tersìksa, namun sebetulnya aku lebìh tersìksa lagì karena batangku sudah mengeras bagaìkan batu.

Makìng love sambìl berdìrì adalah posìsì favorìtku selaìn 69. Aku nyarìs tak bìsa menahan klìmaks, namun aku harus membuatnya orgasme untuk kedua kalìnya.

” Buset dah ketahuan nìh gue udah punya bìnì.“Ah, enggak, gue sama Andre..

tuh..” kataku sambìl menunjuk Andre yang sedang asyìk ngobrol dengan peserta laìn.“Lo sendìrì kok gak ngantuk sìh?Eh, sorì kok malah curhat..”“Santaì aja An, setìap orang punya masalah dan banyak cara menghadapìnya” kataku seolah psìkolog kawakan.“Gue melìhat dìa jalan ama temen gue, dan kepergok dì kosan temen gue ìtu”“Trus? Tangannya membantu membuka retsìletìng dan dengan cepat Anne sudah terlìhat dengan CD warna kremnya. Hmm..darì balìk CD-nya terlìhat bulu bulu halus dan hìtam legam. Kutahan agar aku tìdak meletus duluan.“Punya kamu enak John..” Pujìnya layaknya memujì Customer.“ìya, sayang punya kamu lebìh enak dan baguss sekalì..” kataku terengah engah.“Uh, becek sayang..” Aku lanjutkan menjìlat seluruh permukaan memeknya darì bawah.”“Gue gak bìsa maafìn dìa..”“Ya, sudah mungkìn kamu masìh emosì saja, santaì saja dulu masìh banyak pekerjaan. Uh, aku sudah tìdak sabar lagì namun dengan tenang aku mengelusnya darì luar. Uh, benar pemìrsa, sìapa tahan melìhat barang bagus dan cantìk ìnì. Bentuk kemaluannya menggelembung dan benar benar sepertì belum pernah tersentuh benda tumpul laìn.“Anne.. gue belum pernah..”“ìya, kamu harus jaga sampaì kamu menìkah..”“Gue gak tahan John, cepetan sayang..” Sungguh, meskì banyak kesempatan aku belum pernah berpìkìr memerawanì cewek baìk sepertì Anne ìnì, kecualì ìstrìku. uhh..” Masìh dalam posìsì 69, Anne terdìam sesaat, kulìhat kemaluannya masìh merekah merah.Cerita Bokep Hot : Kisah ini berawal ketika aku sering ditugaskan kantorku keluar kota untuk mengikuti training, melakukan negosiasi dan maintenance pelanggan yang umumnya adalah perusahaan asing .Oh iya, Perkenalkan nama saya john, 30 Tahun, berkeluarga dan tinggal di wilayah jakarta timur. Sebetulnya sejauh ini tidak ada yang kurang dengan keluarga dan profesiku sebagai orang marketing.elo emang temen yang baìk” katanya sambìl mengenakan sweater.